KUPU-KUPU to Aktivis




Pernah denger ga kata-kata “kalau gampang dapetnya pasti gampang buat ngelepasinnya” Walaupun kata-kata itu ga mutlak tapi katanya kayak gitu. Banyak orang yang bisa dapetin apa yang dia mau dengan mudahnya, tapi ga semua orang seberuntung itu. Saya belajar hal itu dari papa.
Papa bisa dapet kehidupan kayak sekarang itu ga mudah. Papa yang dari keluarga “miskin” mesti berusaha biar bisa terus sekolah, meskipun harus kuliah sambil kerja. Tapi papa bener-bener ngerintis dari bawah sampai akhirnya bisa dapet posisi kayak sekarang.
Memang saya baru lulus kuliah dan lagi berhadapan langsung saya the real world. Sampai saat ini aja masih nganggur dan nantinya pun kalau saya mau punya suatu posisi yang ok, saya harus memulainya dari bawah. Masa iya mau langsung enak.
Memang saya belum merasakan perjuangan dalam meniti karir tapi waktu kuliah saya sempet negerasain gimana perjuangan dalam meniti karir dalam organisasi kampus. Dari seorang damay yang mahasiswa “KUPU-KUPU” (KUliah-PUlang-KUliah-PUlang) menjadi damay si “aktivis kampus”.
Awalnya, saya sudah mulai dengan rutinitas kuliah yang hanya sekedar mengejar IPK. Saya pikir dengan IPK yang besar, itu sudah jadi modal untuk bekerja tapi ternyata SALAH, pengalaman organisasi juga dibutuhkan. Nah, di mulailah dengan bergabungnya saya di Wadah Kegiatan Mahasiswa Telefikom Fotografi UPDM(B), meskipun saya harus diklat dengan angkatan dibawah saya, tetap saya jalanin. Ketuanya waktu itu kak Vindo, nah kak vindo ini lah yang mengajak saya berorganisasi di kampus. Awalnya saya diajak ke rapat panitia Ospek utk angkatan 2005, saya pasrah mau dapat posisi apa aja. Akhirnya saya masuk dalam panitia pengolahan data sebagai anggota. It’s simple job tapi di butuhkan ketelitian. Emang jabatan cumin sekedar anggota tapi saya mendapat kesempatan untuk kenal dengan para “aktivis kampus” ya jaringan lah.
Selesai Ospek, acara selanjutnya adalah Baksos.Berdasarkan rekomendasi dari koorbid pengolahan data kemaren saya sempat di usulkan menjadi korbid pengolahan data untuk acara ini. Walaupun tidak jadi, tapi saya menjadi tangan kanan dari koorbid terpilih. I’m just do the best for my job..Di sinilah saya semakin mengerti dunia kampus, makin banyak kenal orang. Selain itu di Telefikom sendiri saya diangkat menjadi Sekertaris Harian. Setelah ikut panitia di 2 acara besar Fikom UPDM(B) dan terlibat dalam organisasi, saya sempat merasa puas dan berfikir untuk kembali menjadi mahasiswa biasa dan segera menyelesaikan kuliah.
Tapi keberadaan saya di “dunia kampus” itu sudah mulai diketahui banyak pihak, dan ketika saya berusaha menjauh dari dunia itu. Saya malah di percaya untuk menjadi wakil ketua Ospek thn 2006..Wow,,sejujurnya saya tersanjung tapi saya harus magang pada saat bersamaan, namun sang ketua menyakinkan kalau saya pasti bisa menjalankan tanggung jawab itu. Ya udah, capek badan dan pikiran…Tapi acara sukses!!Puas….udah dunk, konsen kuliah lagi, karena ini tahun terakhir saya. Saya meminta dengan hormat pada Telefikom untuk jangan memasukkan saya ke dalam struktur kepengurusan.Lagi-lagi saya fikir, saya akan benar-benar nyudahi karier saya di kampus.Tapi kembali saya di tarik untuk menjadi tim sukses calon ketua Senat, dimana sebelumnya WKM Telefikom sempat ingin menyalonkan saya sebagai ketua senat, tapi saya tolak karena merasa tidak sanggup.
Ternyata saya berhasil, calon ketua senat tersebut terpilih menjadi ketua senat Fikom UPDM(B). Awal membantu memang tidak ada perjanjian akan diberi jabatan, karena saya benar-benar hanya ingin membantu. Tapi ternyata inilah puncak karir organisasi saya di kampus, saya di pilih untuk menjadi Koordinator Humas Senat Fikom Universias Prof.Dr.Moestopo(Beragama). Huuf, saya benar-benar tidak pernah berfikir atau bermimpi untuk menjadi anggota Senat.Tapi, inilah hasil dari meniti karir tadi, usaha keras, kesabaran, kemampuan berfikir dan bertindak, sosialisasi dan interaksi. Saya berada di posis itu, posisi yang buat saya luar biasa karena ada “proses” yang saya lalu.
Terus opini kalau ikut organisasi kampus atau aktivis kampus itu lulusnya bakal lama atau nilainya jelek.Itu ga berlaku buat saya, saya lulus tepat waktu 4 tahun dengan IPK 3,76.
So…Organisasi ok, kuliah ok!!!!
Jadi jangan hanya kuliah, ikut aktif di kampus….

Comments

ahage said…
Wow IPK bagus banget, jadi sekarang tinggal buktikan kalau Damay akan bisa mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Atau jangan-jangan perusahaan yang diincar takut sama Damay yang punya banyak pengalaman kegiatan dan IPK yang bagus. Hal itu bisa terjadi lho. Selamat berburu pekerjaan. mmmhh tulisannya kalau berupa cerita pribadi bisa panjang dan mengalir ya.
Afra said…
Halo Damay,

Wah content dari tulisan2 kamu bagus ya...semoga cita2nya menjadi penulis bisa terealisasi, kita sama-sama belajar :)

Salam Sukses sesama alumni SPP,

afra

Popular Posts