AKU (PERNAH MENJADI) PENARI


Menurut aku, seseorang itu harus memiliki kemampuan dalam hal seni baik itu musik atau tari. Itu anggapan aku loh. Waktu kecil aku berkeinginan untuk belajar piano..tapi kesempatan itu belum sampai pada diriku.

Tapi kesempatan yang aku dapatkan adalah belajar menari. Aku les tari Bali, mama kira aku hanya bertahan sampai satu tarian lalu minta berhenti. Tapi ternyata mama salah, aku sangat menyukai tari.Aku belajar tarian Bali selama 3 tahun dan 5 buah tarian aku selesaikan.

Aku harus berhenti menari karena jadwal les bentrok dengan jadwal sekolahku.ya namanya juga anak kecil, di suruh berhenti yach berhenti aja. Tanpa penyesalan.

11 tahun kemudian rasa ingin menari kembali muncul...tapi kmana cari tempat les nari tradisional untuk remaja, apalagi mama memberi peringatan untuk tidak menari bali lagi, alasannya kostum nari nya pake kemben itu buka aura jadi ngga boleh, lbh baik nari minang kata nya.

Ternyata benar-benar sulit mencari tempat les nari tradisional, tapi karena keinginan menari sudah sangat mendesak..(taelah bahasanya) akhirnya mencoba untuk modern dance saja, kebetulan di celebrity fitnes ada kls dance nya....

Tapi ternyata batinku ngga terima..aku masih berkeinginan untuk menari tradisional. Memang jodoh kali yach..akhirnya ada dibuka kelas baru ”Tari Minang” di Bulungan. Ternyata sanggar Zamri yang selama ini ada di TMII buka cabang di Bulungan.

Kembali menari , berarti kembali membuat mimpi indah di dunia tari. Aku punya mimpi someday aku akan ke Luar Negeri karena kemampuan menariku..Om Zamri adalah nama pengajarnya..2 bulan latihan nari si om percaya pada aku dan 2 temanku untuk ikut perlombaan menari tingkat Jakarta Selatan. Ternyata kepercayaan si om berbuah hasil, kami berhasil mendapat gelar juara 3 dan berhak maju ke tk DKI Jakarta.

Kami pemula yang mungkin tidak dianggap oleh lawan-lawan kami di tk prov. Tapi kami terus berlatih untuk tampil yang terbaik. Dan hasilnya di luar dugaan..kami menang..dan kali ini kami berhasil meraih juara 1 lomba menari tk.Dki Jakarta..alhamdulillah..

Setelah kemenangan itu, kami tetap berlatih untuk acara-acara lainnya. Sejak saat itu aku semakin yakin dengan impianku di dunia tari. Lalu si om pun membuat pagelaran tari untuk semua muridnya di TIM..wow..aku berhasil menarik di TIM....

Aku pikir, kali ini impinaku akan benar2 terwujud..Tapi kenyataan berkata lain. Saat itu aku baru saja lulus kuliah, orang tua menuntutku untuk segera bekerja. Alhamdulillah kerjaan aku dapatkan tapi..aku tak bisa lagi ikut latihan manari...yach aku memang harus memilih...

Kata temanku yang masih menari sampai saat ini, katanya sanggar kita semakin sering di undang untuk mengisi acara-acara.

Harus berhenti nari kali ini benar-benar berat bagiku, harus melepaskan kesenanganku. Impianku di dunia nari blm terwujud, aku blm kesampean ke luar negeri karena menari.

Tapi, kata-kata seorang temanku yang akhirnya membuatku ikhlas untuk berhenti menari ” damay, mungkin kmu blm bisa ke luar negeri karena kemampuan menari kmu, tapi someday siapa tau kmu yang akan membawa sanggar kamu itu ke luar negeri..itu akan lebih baik”

Ya , allah mudah2an kata2 itu bisa terwujud..aku bangga pernah bisa menari tarian tradisonal indonesia...aku bangga bisa menari bali, minang, betawi dan tangerang...
Aku bangga pernah menajdi seorang penari.....

Comments

Piyoh said…
Wuih...mantan penari ker!
sekarang malah jadi penari-k.hehehe
hidup emank pilihan, kadang susah kadang senang..jadi inget lagu anak-anak tu.
"Apa sech, apa donk..pilih ubi apa singkong?"
hmm,menarik kan,kecil2 udah bisa nyanyi..tapi kalo didenger, pilihannya sama aja,ubi sama singkong ngga jauh beda..iya kan?
coba diganti, "apa sech,apa donk..milih ubi apa bencong?".beda kan..itulah hidup..
semangat aja ya nong, ada rahasia terindah dari atas sana..

Popular Posts