Selamat Jalan Nenek



Selamat Jalan Nek, Semoga nenek senang di sana..Salam buat ongku (kakek) yach nek.

Ya, mungkin hanya kalimat itu yang bisa aku ucapkan selain doa di depan pusaran nenek. Bulan ini, genap 2 bulan nenek meninggalkan dunia ini, dan selama itu juga aku mencoba menata hati.

Baru hari ini aku memberanikan diri untuk menulis cerita ini (semoga ngga nangis lagi).


Kalau akhir-akhir ini blog aku sempat jarang di isi, yach mungkin karena semangat menulisku sedang hilang, hilang bersama dengan perginya nenek.


Nenek, perempuan hebat yang meninggalkan banyak nilai untukku. Perempuan yang sukses dalam rumah tangga dan usahanya. Sebagai cucu pertama, aku memang yang paling dekat dengan nenek.

6 tahun...ya 6 tahun lamanya aku tinggal sama nenek. Sejak orang tuaku dipindah tugaskan ke Irian Jaya, aku dititipkan dengan nenek. Aku sudah seperti anak bungsu nya itu kata nenek.

Banyak hal (pastinya) yang sudah aku lewatkan bersama nenek. Banyak nilai kehidupan yang nenek titipan kepadaku juga. Namun, hal yang benar-benar aku ingat adalah besar nya support nenek terhadap semua kegiatan aku.

Masih teringat dibenak aku, saat aku di bangku SMP dan masih menjadi Wartawan Cilik. Kemana pun aku dapat tugas wawancara. Nenek pasti mengantarkan aku. Huuf, (ternyata aku blm kuat buat cerita nenek, hix..hix)



Aku dan Nenek saat malam Final Kang Nong Kab Tangerang

Nenek juga yang mendukung aku saat aku ikut pemilihan Kang Nong, walaupun belum beliau tidak mengucapkannya kepada aku, tapi ternyata nenek selalu bercerita tentang kemenanganku sebagai nong Banten kepada kerabatnya, ternyata nenek bangga kepadaku. Nenekku wanita kuat..aku tau itu.

Namun semua tiba-tiba berubah, semua berjalan begitu cepat. Hanya dalam 19 hari nenek berjuang melawan tumor usus yang beliau tidak ketahui sampai akhir hayatnya. Nenek ku yang kuat, mandiri harus berbaring lemah di tempat tidur Rumah Sakit. Beliau hanya tahu ada masalah pada usus nya, tapi tidak tau kalau itu tumor.

Seminggu setelah operasi pengangkatan tumor itu, nenek menyerah. Huuf..masih inget banget sabtu pagi 20 Desember 2008 nenek menutup mata untuk selamanya. Semua memori kenangan bersama nenek berputar kembali pagi itu, air mata ini tidak bisa kubendung lagi. Bumi pun ikut menangis melepas kepergian nenek.


Satu element dalan Dunia Damay sudah pergi, pulang kembali ke penciptanya. Selamat Jalan Nenek, tenang di Sana, bahagia bersama ongku..Terus dukung aku dari alam sana yach nek..

Comments

Popular Posts