Belajar Hidup dari seorang SINAR

Gambar Sinar saat memindahkan ibu nya (sumber: google)


Temen-temn tau program “loelebay” yang di O chasnnel kan? Ya sebuah program infotainment, isi secara garis besar sama lah sama infotainment lainnya. Tapi ditulisan ini saya bukan ingin membicarakan tentang infotainment.

Malam ini, 5 Januari 2009 ada satu berita nya yang sangat mencuri perhatian saya yaitu berita tentang Charley vokalis ST 12 yang berusaha bertemu dengan seorang anak bernama Sinar. Tapi kalau cerita nyokap gw, berita ini udah ada di infotainment tadi pagi. Jadi setelah ada berita tentang Sinar di SCTV, maka si charley ini tergerak untuk mengunjungin sinar.

Oke, kita mulai keinti tulisan ini yaitu Belajar Hidup dari Seorang Sinar

Sinar,sinar , sinar…ya sinar…

Seolah-olah namanya benar-benar menggambarkan siapa sinar itu…

Sinar adalah seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang mengurus ibunya yang lumpuh seorang diri. Ibu Sinar bernama Murni, rumahnya terletak di Desa Riso, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Untuk mencapai rumah nya kita harus menempuh perjalanan sekitar 6 jam menggunakan jalur darat dari Kota Makassar.

Sinar benar-benar mengurus ibu nya seorang diri, menurut berita ayahnya kerja di Negara Tetangga namun tidak kembali, sedangkan kakaknya berusaha mengadu nasib menjadi pembantu rumah tangga namun juga tidak ada kabar nya sampai sekarang.

Temen-temen bisa bayangin ngga sich, seorang anak berumur 6 tahun itu biasanya ngurus dirinya sendiri aja masih kesusahan dan memerlukan bantuan orang dewasa, namun yang terjadi pada sinar sebaliknya dia harus bertanggung jawab akan dirinya dan hidup ibunya yang secara langsung sangat bergantung pada sinar.

Rumah sinar (kalau dilihat di TV) sangat menyedihkan bisa dikatakan kurang. Dirumah itulah sinar mengurus ibu nya juga termasuk urusan memasak, tau ngga sinar itu masak pake kayu bakar yang dia tiup-tiup gitu, subahanallah…kalau di Kota-kota besar orang tua pada heboh ngeliat anak-anaknya megang korek api, ini Sinar tuh udah bisa masak buat dia dan ibu nya..

Walaupun keadaan hidupnya berat untuk seorang anak berumur 6 tahun, namun sinar masih memiliki semangat bersekolah (salut). Teman-teman, kalau selama ini kita terkagum-kagum sama sosok “Lintang” di Laskar Pelangi, Sinar ini patut menjadi teladan bagi anak-anak Jakarta yang bersekolah dengan segala fasilitasnya. Sinar untuk menuju sekolahnya yang jauh itu dia harus melepas sepatunya untuk menyeberangi sebuah kali, trus sekolahnya juga ngga layak bangunannya (gw kira sekolah kayak gitu cuman ada di laskar pelangi)

Sinar benar-benar sinar bagi ibu nya dan dia akan menjadi sebuah sinar yang akan besar suatu hari nanti. Banyak hal yang bisa di pelajari dari kehidupan seorang Sinar, nilai pengorbanan dan pengabadian terhadap ibu nya, nilai pantang menyerah menjalani hidup dan semangat dalam menuntut ilmu.

Kisah Sinar ini mengusik hati saya, apakah pemerintah tahu bahwa rakyat nya masih banyak yang menderita, masih banyak yang kekurangan, dan bisa di katakana belum merasakan hasil dari pembangunan ini.

Ironis banget jika kita bandingan beberapa hari lalu, para pejabat mendapatkan fasilitas terbaru yaitu mobil baru. Katanya itu hak dari seorang pejabat Negara. Waktu kecil, saya diajarin katanya kita boleh menuntut hak kita kalau kita sudah menjalankan kewajiban kita.

Tulisan ini ngga bermaksud apa-apa, hanya sebagai seorang rakyat di Negara demokrasi ini ingin mengutarakan isi hatinya. Saya rasa masih banyak sinar-sinar lain di pelosok Indonesia yang sangat membutuhkan bantuan.

Besar harapan saya kepada pemerintah untuk benar-benar mewujudkan cita-cita kemerdekaan kita yaitu mecapai masyarakat adil dan makmur.

Semoga Sinar dari seorang sinar dapat membuka mata dari pemerintah untuk lebih memikirkan dan memperhatikan rakyatnya. Sekali lagi, tulisan ini sebuah suara dari rakyat yang melihat suatu fenomena di negeri nya..

Masih ada harapan, masih ada jalan untuk mencapai itu sebuah Indonesia…

Merdeka!!!!



Comments

it'sNIALPZ said…
Entah mau ngomong apa lagi,,gw tau SINAR ini aja dari blog yg ditulis diatas ini. Kita termasuk orang yg beruntung telah diberikan pinjaman fasilitas lebih dari Allah swt. Semoga saja bnyk org yg terinspirasi dari seorang anak yg bernama sinar,terinspirasi dari segi memaknai hidup.

Semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan lagi anak2 yg bernasib seperti sinar ini. Berikan mereka fasilitas pendidikan yg memadai dan layak, semua hal dimulai dr pendidikan. Mereka bisa mendapatkan hal lebih baik di masa depan apabila telah mendapatkan pendidikan. Kehidupan di masa mendatang ada di tangan mereka


Setuju dgn kalimat adil dan makmur..

Merdeka!!!
r-neo said…
Good writing & have sociality soul. salam kenal...

Popular Posts