Oleh-oleh dari Kota Angin Mamiri

Di Bandara Hasanudin


Semua pasti sudah mengenal potongan lagu Angin Mamiri. Pantai Losari, Es Pisang Hijau, Coto Makassar akan selalu identik dengan Kota Makassar. Saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Kota ini dan menikmati wisatanya dari berbagai sudut yang berbeda.


Ini sedikit cerita dari perjalanan itu, perjalanan ini sendiri dilakukan bulan Juni tahun 2009 dan sudah pernah aku kirim ke majalah dan di muat di Majalah Travelwan bulan November. Berikut cerita singkatnya...



Istana Gowa

Wisata Sejarah

Pertama, mari kita berwisata Sejara dulu. Sulawesi Selatan terkenal dengan sejarah raja-rajanya dan kerajaan yang terdapat disana. Kita semua pasti mengenal Sultan Hasannudin, pahlawan nasional dari Sulawesi Selatan. Banyak tempat wisata sejarah si Kota ini seperti makam Sultan Hasannudin, Makan pahlwan Diponegoro, serta Benteng Fort Rotterdam.Lalu ada sebuah museum yaitu Museum Balla Lompoa. Sebenarnya awal dari museum ini adalah Sungguminasa Gowa (Istana Gowa) tempat dimana Raja-raja Gowa tinggal. Bangunan Istana yang sudah berubah fungsi menjadi sebuah Museum, maka bangunan ini dipenuhi benda-benda sejarah dari kerjaan gowa.

Bangunan ini terdapat ruangan raja saat menjamu tamu-tamu kerjaan, lalu dipajangnya benda-benda sejarah seperti pakaian adat, pakai saat berperang, senjata khas yang digunakan. Selain itu terdapat sebuah ruangan kecil yang selalu dikunci karena terdapat mahkota Raja yang asli dilapisi emas dan permata.

Saat mengunjungin museum ini, kita akan ditemani oleh petugas museum yang akan menjelaskan sejarah kerajaan Gowa dan benda-benda yang ada didalam museum ini.

Nah buat anda yang menyukai sejarah, aku mereferensikan Museum Balla Lompoa sebagai tempat wajib yang anda kunjungi.


Bantinmurung

Wisata Alam

Kita lanjut perjalanan kita keluar kota ujung pandang, sekitar 1 jam berjalanan kita akan sampai ke Taman Wisata Bantinmurung. Ditempat wisata ini kita dapat melihat langsung keindahan alam yaitu air terjun dari bukit yang airnya jernih dan masih sangat alami.

Untuk masuk kedalam Taman Wisata ini, kita hanya cukup membayar Rp 10.000 berorang. Untuk melihat air terjun tersebut kita harus masuk kedalam, setelah berjalan kaki sekitar 5-10 menit kita akan menemukan pemandangan indah tersebut yaitu air terjun langsung dari tebing. Air terjun BatinMurung ini sangat alami yach terbentuk oleh alam, jadi kecepatan airnya pun alam yang menentukan terkadang tenang, terkadang deras.

Bagi anda yang ingin bermain air di air terjun ini, jangan lupa membawa pakaian ganti. Saat anda memcelupkan kaki anda di air ini, maka anda pasti ingin langsung bermain air. Airnya sangat jernih dan sejuk. Selain itu, karena masih sangat alami disana kita dapat menemukan batu-batu yang besar dibawah air terjun tersebut. Berbagai permainan dapat dilakukan salah satunya bermain dengan Ban, dengan menggunakan ban biasa (ada penyewaannya) kita bisa meluncur kebagian bawah hanya dengan mengandalkan arus dari air terjun tersebut.

Selain air terjun, Batinmurung terkenal dengan kupu-kupu. Di dalam Taman Wisata ini juga terdapat sebuah museum kupu-kupu. Konon katanya di taman wisata ini banyak sekali terdapat kupu-kupu yang berterbangan. Jadi jangan heran jika berbagai cendera mata berbentuk kupu-kupu lah yang banyak dijual di pintu keluar Taman Wisata Batinmurung ini.


Ikan Bakar di warung Lae-Lae

Wisata Kuliner

Yang khas dari kota makassar pastinya sop condro, coto makassar, es pisang hijau. Tapi sekarang saya ingin mengajak wisata kuliner makanan seafood, pasti yang khas dari daerah timur Indonesia adalah seafoodnya yang masih segar.

Di kota makassar ada sebuah warung makan ikan segar yang sangat ramai dikunjungi baik saat week day dan weekend. Namanya warung makan ” Lae-Lae” terletak di Jl.Datumuseng no 8 ini berarti nama sebuah pulau di makassar yang merupakan asal dari pemiliknya.

Segala macam jenis seafood ada disini, saat kita masuk kita diminta untuk memilih seafood yang kita mau, seprerti memilih ikan yang kita mau. Uniknya, setelah kita memilih kita serahkan kepetugasnya untuk minta dibakar, mereka tidak mencatat ini sebagai pesanan kita, tapi walaupun banyak pesanan dan tidak mencatatnya tapi para petugasnya ingat apa yang kita pesan.

Setelah itu memesan menu, kita mencari tempat untuk makan. Di dalam warung ini hanya terdapat meja-meja panjang dan kursi-kursinya. Dengan ramainya pengunjung, kita tidak bisa memilih tempat dengan sesuka hati, jadi kita bisa saja makan dimana orang yang semeja dengan orang yang tidak kita kenal.

Sambil menunggu hidangan datang, kita bisa menikmati seporsi otak-otak khas makassar (bumbu otak-otaknya beda). Hidangan seafood ini dilengkapi dengan 3 jenis sambal yang melengkapi nikmatnya hidangan ini. Jadi tidak heran mengapa warung makan ikan segar ”Lea-lea” dipenuhi pengunjung setiap harinya.



Lapangan Karebosi


Referensi : Karebosi berpotensial sebagai Tempat wisata Gaul

Lapangan Karebosi atau kita cukup menyebutnya Karebosi awalnya sebuah lapangan sepak bola biasa. Namun mengapa saya mereferensikan Karebosi sebagai tempat wisata gaul, itu karena terjadi perombakan sangat drastis jadi Karebosi diubah menjadi bukan lapangan biasa.

Karebosi menjadi lapangan yang unik karena dibagian bawah dari lapangan ini adalah sebuah Mall/ pusat perbelanjaan, dibagian atasnya lapangan pun dibagi ada yang untuk upacara dan lapangan sepak bola. Disalah satu bagian terdapat sebuah panggung besar yang dibuat permanen lengkap dengan design atap yang artistik.

Memang ”renovasi” Karebosi ini belum selesai, mungkin 1-2 tahun lagi Karebosi akan menjadi obyek wisata potensial di makassar.


EXCOTIC TANA TORAJA

Masih di Provinsi Sulawesi Selatan, Tana Toraja. Bagian dari pulau sulawesi selatan ini menyimpan keunikan dan daya tarik wisata sendiri. Adat istiadat atau kebiasan penduduk asli Toraja dalam prosesi upacara pemakaman yang unik dan ”mahal” ini membuat wisatawan asing dan lokal ingin melihat secara langsung dan secara tidak langsung menjadi daya tarik wisata untuk Tana Toraja.

Untuk mencapai Tana Toraja, dengan menggunakan jalur darat kita harus menempuh sekitar 8-9 jam dari Makassar ke Tana Toraja. Ada jalur alternatif, yaitu menggunakan jalur udara namun biayanya amat sangat besar dan waktu penerbangannya juga jarang.

Berikut keunikan yang dapat kita temui di Tana Toraja



Situs Purbakala ”Bori’Pariding”

Bori’pariding adalah sebuah kawasan tempat dimana makan orang Toraja berada. Kawasan yang terletak di kecamatan sesean ini, terdapat banyak batu-batu besar yang merupakan tempat pemakaman dari orang Toraja. Setiap Batu besar itu diperuntukkan untuk satu garis keturunan keluarga.

Saat kita memasukin Bori’Pariding ini, kita akan melihat kenikkan yang pertaman yaitu jejeran batu-batu mulai dari ukuran kecil sampai ukuran besar yang diletakkan dalam posisi berdiri. Batu-batu tersebut lah yang disebut Menhir, batu-batu tersebut meelambangkan sosok orang yang meninggal jadi sebagai simbol telah berapa banyak upacara pemakaman yang dilakukan.

Nah ukuran Menhir tersebut ada yang kecil, besar, pendek dan tinggi. Hal itu memiliki arti ternyata yaitu melambangkan sosok orang yang dimakamkan, jadi jika batu tersebut besar dan tinggi maka itu berarti orang yang dimakamkan adalah orang yang sudah tua, memiliki kedudukan yang tinggi serta kaya. Batu tersebut diambil langsung dari gunung.

Lalu disekeliling batu-batu tersebut terdapat rumah-rumah khas Toraja, itu merupakan tempat tinggal sementara keluarga yang mengadakan upacara pemakaman tersebut.

Di Bori’pariding ini selain terdapat Batu-batu sebagai tempat pemakaman, ada juga ”Baby Grave” yaitu kuburan untuk bayi yang belum tumbuh gigi, jadi jasad nya ditaruh di dalam sebuah Pohon yang dianggap dapat menggantikan peranan ibu dari bayi tersebut karena getah pohon tersebut berwarna putih seperti air susu ibu.Nama pohon tersebut adalah pohon Tera. Tapi jika bayi yang sudah mempunyai gigi, maka tidak dikuburkan di pohon tersebut tapi di kuburkan di dalam batu, karena dianggap sudah terkontaminasi.


KETEKUSE

Ketekuse merupakan kampung tradisional dengan rumah adat Toraja. Nama daerah yang saya kunjungi adalah daerah Palawa, daerah ini sudah cukup terkenal sebagai perkampungan tradisional yang dipenuhi dengan rumah adat Toraja.

Di kawasan ini kita dapat melihat secara langsung rumah adat Toraja. Rumah adat tersebut menjadi tempat tinggal mereka, memasak dan aktifitas lainnya. Lalu dibagian atap rumah ini, ditaruh tanduk dari kerbau, banyaknya jumlah tanduk itu menandakan berapa banyak upacara penguburan yang sudah mereka lakukan.

Lalu di depan rumah tersebut (berhadapan langsung) ada sebuah rumah lagi, lebih kecil yaitu untuk tempat menyimpan hasil panen mereka. Banyaknya tempat menyimpan hasil panen tersebut menandakan tingkat kemakmuran mereka.

Mereka menyebut tempat tinggal mereka sebagai ”perempuan” karena dirumah tersebut aktifitas memasak dilakukan sedangkan tempat hasil panen sebagai ”laki-laki” karena dirumah tersebut terlihat hasil usaha yang dilakukan oleh seorang pria.

Saat saya mengunjungi Palawa ini, ternyata ada satu rumah yang terdapat sebuah mayat yang belum di makamkan. Ternyata mayat tersebut sudah meninggal selama 2 tahun dan rencananya akan diupacarakan pemakamannya pada bulan oktober nanti. Bagi orang Toraja, mayat yang belum diupacarakan pemakaman masih dianggap sebagai orang sakit saja dan tetap disimpan di dalam rumah.


Obyek Wisata Londa

Kalau tadi kita sudah melihat kuburan batu yang dibuat, sekarang kita menuju salah satu obyek wisata andalan Toraja lainnya yaitu Londa. Londa merupakan kuburan alam, maksudnya masyarakat Toraja memakamkan kerabatnya yang meninggal di dalam Goa (ini yang disebut alam, karena bukit adalah milik Alam dan mereka menyimpan didalam goa). Disini kita dapat masuk kedalam Goa dan kita dapat melihat sacara langsung tumpukkan peti-peti (ini untuk yang baru dimakamkan karena petinya belum hancur) serta tengkorang yang petinya sudah hancur dan sisa-sisa kepala yang sudah berbentuk tengkorak.

Disetiap bolongan yang ada di tebing ini, ditaruhi peti-peti yang berisikan mayat. Ada juga yang ditaruh di paling atas tebing. Tapi hal itu jarang ada, karena untuk menaruhnya dibutuhkan usaha yang lebih besar.

Oiya, jarak dari pintu masuk ke dalam atau kedekat goa yang berisi tengkorak cukup jauh dan medan di dalam goa nya cukup sulit (karena kita jalan di dalam Goa) jadi membutuhkan perhatian khusus untuk orang yang sudah tua dan anak-anak saat masuk ke goa tersebut.



Kue Tori

Ada yang khas dari Toraja, yaitu kue Tori. Sebelumnya saya hanya tahu Toraja identik dengan tengkorak saja, ternyata Toraja juga memiliki kue khas yaitu Kue Tori. Kue yang terbuat dari adonan tepung beras dan gula jawa ini tergolong simpel pembuatannya (saya dapat kesempatan melihat prosesnya). Ternyata rasanya enak sekali...Kue Tori cocok untuk sebagai oleh-oleh anda dari Toraja.

Yach demikian oleh-oleh dari perjalanan saya ke Kota Makassar dan Toraja..sampai jumpa di oleh-oleh selanjutnya...

Comments

Popular Posts