Cinta Segitiga

Ini tema ke 9, tentang Cinta Segitiga / perselingkuhan...ini tulisannya sih dari lagunya Astrid yang "Jadikan aku yang ke dua" , imaginasinya agak gila nih membayangkan perselingkuhan. Begini deh hasilnya....

Jadikan aku yang kedua

“Sisca, aku ke depan dulu ya, nanti ketemu di kantin seberang lapangan Basket ya”

Itu isi BBM Ardi yang aku terima setiap hari pada saat 15 menit sebelum bel pulang berbunyi.

Setelah bel pulang berbunyi

“ Sisca, kita ketempat biasa ya” tanya Mita sahabatku

“Ah Mita, masih nanya aja. Udah tau juga ritual pulang sekolah adalah duduk manis di kantin seberang lapangan basket buat nunggu Ardi” jawabku diiringi senyuman penuh makna.

***

“Sisca, kita nonton kompetisi Basket yuk” ajak Mira sesaat setelah mendengar kalau team basket sekolahku berhasil ke babak final.

“Mmmm, males ah. Ga ada yang gw gebet, gw taulah Mit lo bukan mau nonton basketnya tapi mau ngeliatin Diko main basketkan”

“ iiih, Sisca kok gitu sih “ Mita menjawab dengan muka cemberut.

Dengan segala bujuk rayu Mita akhirnya aku mau menonton final kompetisi Basket itu. “ Sis, lo gebet salah satu anak team deh biar lo semangat nontonnya” ucap Mita saat dia menyadari aku tidak sepenuhnya menikmati pertandingan ini.

“ Mit, kalau yang no 11 udah punya cewe belum” jawabku sekenanya menyebutkan salah satu nomor yang ada di baju para pemain.

“ No 11 ya? Bentar-bentar gw liat dulu ya” Mita mencoba mengamati pemain no 11 dari kejauhan.

Mita memang banyak tahu tentang anak-anak Basket bukan karena dia anak Basket juga tapi karena dia sedang mencoba dekat dengan Diko yang notabenenya anak Basket.

“Oh itu Ardi, udah punya cewe dia anak kelas 2 Sis” Mita menjawab dengan yakin.

Ardi, sudah punya cewe.. ya sudahlah toh aku tadi menyebut no 11 karena dari para pemain yang ada di lapangan itu mataku tertuju kepada dia, jadi kalau pun dia sudah punya cewe bukan masalah bagiku karena aku datang hanya untuk memenuhi permintaan Mita bukan untuk si nomor 11 itu.

***

Pertandingan selesai dan sekolah kami menjadi juara di pertandingan ini. Mita menarik tanganku untuk menyebrangi lapangan basket menuju tempat para pemain basket.

“Aduh Mita, mau ketemu Diko kok narik-narik gw sih ah” ucapku sambil berusaha menjaga keseimbangan karena aku terus ditarik Mita.

“ Huss udah diem dulu deh, mau gw kenalin lo sama seseorang”

“Ardi….!” Teriak Mita, Aku terkejut Mita meneriakkan nama itu dan tambah terkejut saat si nomor 11 itu menoleh dan berjalan menuju Mita dan Aku.

Mita berhasil membuatku dan Ardi berkenalan,sejak saat itu aku dan Ardi menjadi dekat. Sejak saat itu juga segala hal yang berhubungan dengan basket menjadi menarik perhatianku.

Hari-hari di sekolah menjadi lebih menyenangkan karena ada Ardi, bertemu di gerbang saat tiba di sekolah, Ardi ke kelasku saat istirahat dan bertemu di kantin seberang lapangan Basket saat pulang sekolah.

Lalu bagaiman dengan cewe Ardi? Putri anak kelas 2 itu ternyata cewenya Ardi, aku dan putri tidak saling mengenal bahkan aku sang ketua salah satu ekskul pun jarang melihat dia di sekolah. Tapi sejak aku dekat dengan Ardi, aku jadi mengamati perilaku Putri. Ardi pun mengakui bahwaPutri itu adalah ceweknya.

“ Putri itu cewe gw Sis, dia cewe rumahan banget. Pulang pergi sekolah di jemput sama supirnya dan dia ngga boleh pulang telat. Itulah kenapa elo bisa jarang liat dia di sekolah atau di saat gw tanding basket, dia hanya keluar rumah buat sekolah dan les” Jelas Ardi panjang lebar saat aku bertanya sosok Putri.

Ardi menjelaskan siapa Putri kepadaku karena Ardi tau perasaan aku ke Ardi. “ Kamu tahukan keadaannya sekarang Sis? Walaupun sebenarnya aku juga suka sama kamu tapi aku ngga tega ninggalin Putri”

Entah setan apa yang merasuki jiwaku sampai akhirnya keluar kata-kata ini “ Jadikan aku yang kedua di,bikin aku seneng terus itu udah cukup buat aku walaupun aku sadar harus berbagi kamu dengan Putri”

***

Jadi sebutlah Ardi itu pacarku sekarang ini walaupun hanya aku, Ardi,Mita dan Diko yang tahu keadaan ini. Setiap harinya aku harus menguatkan diri melihat Ardi mengantar Putri ke gerbang sekolah untuk naik ke mobilnya dan pulang karena setelah itu Ardi untukku, jalan menyeberangi lapangan Basket dan menemuiku di dalam kantin.

Comments

Popular Posts