Ciuman Pertama

sampailah ke tema ke 3 yaitu "Ciuman Pertama" untuk detailnya kembali bisa buka web nya Jejakubikel (http://jejakubikel.com/monthly-challenge/desember-dongeng/semua-wajah-cinta/)

Nah,ide tulisan ini kayaknya berasal dari cerita seorang temen tapi gw lupa siapa.Yang pasti saat melihat tema ini yang terlintas cerita tentang yang berikut ini :

Berapa lama

Di sebuah ruang kelas di SMA Merah Putih

“ Setelah berapa lama pacaran lo mau ciuman sama pacar lo?” Tanya Lidya kepada Nita dan Tanti disela-sela istirahat sekolah.

“ kalau gw setelah 6 bulan jadian sama John baru aku ciuman” jawab Nita dengan yakin.

“ Wah, kuat juga ya John nunggunya. Kalau gw kayaknya belum nyampe sebulan udah ciuman” sambung Tanti atas jawaban Nita.

Lalu mereka bertiga pun tertawa bersamaan.

***

Aku menjadi sebenarnya ada di antara mereka yang sedang membicarakan ciuman. Aku tidak punya cerita tentang ciuman bukan karena aku belum pernah pacaran. Aku pernah punya pacar namun sampai putus pun kami tidak melakukan ciuman.

Obrolan ringan teman-temanku tadi kembali menyadarkan bahwa aku belum pernah ciuman. Ah, ya sudahlah kalau aku belum pernah ciuman, walaupun sekarang aku ingin melakukan ciuman agar tak kalah dengan teman-temanku, aku tak bisa karena aku lagi ngga punya pacar.

***

Aku pikir akan melewatkan akhir masa SMA ini dengan kesendirian, ternyata 6 bulan sebelum kelulusan Tuhan mengirimkan Hafis untukku. Sebenarnya kami sudah saling mengenal sejak kelas satu SMA, dia teman kecil sahabatku.

Berhubungan kami menjalin hubungan mendekati ujian akhir sekolah, aktifitas pacaran aku dan Hafis lebih banyak di habiskan untuk belajar bersama. Kalau ngga belajar bersama palinggan kita jalan untuk nonton atau cari buku.

Bersama Hafis aku menemukan kenyamanan apalagi saat dia memelukku. Sebulan pertama hubungan kami hampir saja aku mendapatkan ciuman pertaman tapi seketika aku ingat obrolan Lidya,Nita dan Tanti untuk lama pacaran dengan ciuman. Ku urungkan niat menerima ciuman itu, saat bibir Hafis mendekatku, kututup rapat-rapat bibirku ini dan aku bilang “ Jangan sekarang ya sayang, nanti ada waktunya” sambil memberikan senyum termanisku.

Memasukki bulan ketiga, saat Hafis mengantarku pulang bermalam minggu. Sebelum sampai di depan rumahku Hafis bertanya “ Tika, aku sayang kamu. Aku bakal sabar menunggu waktunya kamu mau dan siap tapi boleh ngga aku tau kapan waktu itu datang?”

Aku kaget dan bingung harus menjawab apa, ku dekatkan diriku ke Hafis lalu kutatap kami berdua bertemu, badanku terasa dialiri aliran listrik saat itu. Kami berdua semakin mendekat, aku merasa aliran listrik di badanku semakin kuat, bibir kami bertemu dan kami berciuman.

Ah, aku ciuman, ini ciuman pertamaku dan aku tidak berpikir lagi berapa lama waktu pacaranku untuk memberikan ciuman ini, hal-hal itu berputar-putar di kepalaku saat berciuman dengan Hafis.

“Sayang, ini waktunya….aku sayang kamu” ucapku dan kembali melanjutkan ciuman kami yang terputus.

Comments

Popular Posts