Kasih tak sampai

Masih lanjut re-post tulisan aku yang udah ada di web nya Jejakubikel, masuk ke tema ke 5 yaitu "Kasih tak sampai" , ide cerita ini kisah tak sampai karena terbentur restu orang tua. Berikut cerita nya:

Restu Ibu

Mungkin aku terlalu kecil untuk tahu dan memahami keadaan ini, keadaan kena om ku yaitu Om Tomy selalu menelpon Tante Bella, begitu aku memanggil kekasih om ku itu, di malam hari atau kenapa tante Bella jarang sekali datang ke rumah nenek.

Sekali-kalinya tante Bella datang itu karena ada acara keluarga besar, tapi nenek menghindar setiap kali tante Bella mencoba menghampiri nenek.

***

Hari ini mamaku dan 3 adik perempuannya serta Om Tomy menemui nenek untuk membicarakan niat Tomy untuk menikahi Bella.

“Sudahlah bu, berikan restu untuk Tomy, mungkin memang jodohnya Tomy itu Bella” mamaku mencoba melunakkan hati nenek.

“Ibu, ngga akan memberikan restu itu sampe kapan pun” jawab nenek dengan tegas

“ Nanti ibu ikut dosa kalau ada apa-apa sama mereka, ini niat baik mereka” tante Mira menambahkan agar nenek lebih melunak.

“ Sekali lagi ibu bilang ya, ibu ngga akan kasih restu. Terserah kalian kalau mau restuin dan ngurusin pernikahannya Tomy” Jawab nenek sambil jalan menuju kamarnya

Sebelum menutup pintu kamarnya, nenek berbicara “Kalau ibu punya anak laki-laki dua orang, pasti ibu izinin kamu nikah sama Bella. Tapi ini kan ibu hanya punya satu.”

***

Aku mendengar pembicaraan keluarga itu, sampai rumah aku bertanya ke mama kenapa nenek tidak mau memberikan restunya kepada om Tomy dan Tante Bella.

Mama bilang, “ Di Sumatera Barat itu garis keturunannya dari Ibu, “ mama menghentikan penjelasannya karena melihat kebingungan dimukaku, lalu mama melanjutkannya “ gini ya Tyas, singkatnya karena garis keturunannya dari ibu maka wanita di Sumatera Barat itu jika menikah dengan orang mana pun dia akan tetap membawa garis keturunan itu, tapi tidak dengan para prianya. Jadi kalau bisa para pria menikah dengan wanita dari Sumatera Barat juga”

Aku mengangguk-angguk tapi ada yang belum aku mengerti “ mama, tapi kan tante Bella juga dari Sumatera Barat sama kayak kita juga”

Mama menghelah nafas “iya sayang, di Sumatera Barat itu terdiri dari berapa bagian dan tante Bella ngga sekampung sama kita, nenek mau om Tomy menikah dengan wanita yang sekampung dengan kita” jelas mama kepadaku…

***

Rapat keluarga pun dilakuakan untuk mempersiapkan pernikahan om Tomy dan tante Bella, segala persiapan mulai dari tanggal pernikahan, gedung sampai detail lainnya dibicarakan dan sudah ada kesepakatan dengan keluarga tante Bella.

Aku tau mama dalam posisi yang serbsalah, setelah kakek meninggal dunia mama sebagai anak terbesar harus berperan lebih bagi adik-adiknya. Mama berada di posisi sulit, posisi yang seharusnya menjaga perasaan nenek dan posisi ingin melihat adek laki-laki satu-satunya itu berbahagia.

***

Dua bulan lagi pernikahan om Tomy dan tante Bella berlangsung, Tante Mira adek mamaku juga sudah sibuk membeli barang untuk antaran.

Malam ini aku akan menginap di rumah nenek dan akan bertemu dengan om Tomy juga, “asyik, aku mau ketemu calon penganten” dalam hati aku berbicara.

Dirumah nenek hanya ada aku,nenek dan om Tomy, saat nenek sudah masuk ke kamarnya om Tomy mendekati aku dan memberiku secarik kertas yang berisi

“ Tyas, om Tomy batal nikah sama tante Bella. Jangan bilang mama dulu ya, nanti om Tomy yang akan bilang sendiri”

Setelah membaca itu spontan aku bertanya “ kenapa om?kan semua udah dipersiapkan?”

Om Tomy diam sejenak lalu mencoba setenang mungkin menjawab aku “ Tante Bella memilih yang lain Tyas”

Aku hanya diam menatap om Tomy tapi rasanya aku ingin berlari ke kamar nenek dan memberi tau ini semua.

Comments

Popular Posts