Lagu Inspirasi

Nah ini tulisan selanjutnya dengan tema "Lagu Inspirasi" , dan ini double repost sebenernya.. jadi tulisan ini sebenernya udah pernah di post di blog ini (check deh label "Dunia Keluarga"). Trus pas tema jejakubikel itu lagu inspirasi ya udah aku kirim aja tulisan itu dan skrng di repost lagi disini.... Terinsiprasi dari Lagunya Adam Band dan Gita Gutawa dengan judul " Pria itu aku panggil papa"

Pria itu aku panggil : Papa

Teringat masa kecilku
Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu
Buatku melambung .....


Sepenggal lirik dari lagu Ada Band & Gita Gutawa yang berjudul ”Terbaik terbaik bagimu” mendorong diriku untuk menulis cerita tentang sosok seorang ayah.

Ayah, papa, bapak, papi, abi ataupun abah adalah beberapa sebutan yang kita berikan kepada sesosok pria pertama yang menyayangi kita sepenuh hatinya, bahkan dari saat kita di dalam perut ibu.

Papa..itu sebutanku untuk pria itu. Aku tau kehadiranku benar2 ditunggu oleh semua orang, khusus nya papa. Wajarlah aku anak pertamanya dan menurut cerita mama kelahiranku pun melalui proses panjang.

Mungkin kalau aku bercerita tentang peran papa di masa kecil ku tak bisa ku ceritakan secara detail (udah lupa lah) yang pasti kasih sayangnya yang papa kasih ke aku yang bikin masa kecilku sangat berwarna. Yang aku ingat sekali adalah setiap hari sabtu papa selalu menjemput aku dan adik2ku di sekolah, setelah itu kami di ajak ke toko buku...knp toko buku?bukan toko mainan..yup aku menemukan jawaban itu saat aku besar..ternyata papa ingin memberikan kesenangan berupa ilmu kepadaku.

Aku suka cara papa mendidik aku dan adik-adikku, tegas!!! Itu papa..walaupun cenderung bawel..he..he... Masih ingat dibenakku, gmana marahnya papa klu aku blm sholat, lalu caranya mengajarkan aku saat belajar.ah papa..itu memang caramu


Ku ingin kan menjadi yang terbaik bagi mu
Patuhi perintahmu ,Jauhkan godaan
yang mungkin ku lakukan dlm waktuku beranjak dewasa

Saat kelas 6 SD kami sekeluarga pindah ke Sorong-Papua. Aku sempat tidak mau ikut tapi papa bilang coba ikut dulu walaupun hanya 1 tahun. Tamat SD aku kembali ke Jakarta dan tinggal sama nenek. Totalnya 6 tahun aku hidup terpisah dari papa dan mama. Tapi walaupun begitu papa pun rutin ke Jakarta dan aku selalu bercerita apaun tentang kehidupanku.

Ini saatnya aku beranjak dewasa, yach masa ABG lah.Mulai aku suka dengan cowo dan akhirnya pacaran.Siapa orang yang pertama aku beritahu saat aku punya pacar?? Yup, papa yang aku beritahukan. Papa selalu bilangnya itu bukan pacar tapi teman dekat..he..he.. mungkin beliau belum rela gadis kecilnya punya cowo.

Ada saatnya papa setuju dengan pacarku, ada juga saatnya beliau tidak setuju dengan pacarku. Entah karena feelingnya klu pria itu tak baik untukku atau karena beliau cemburu yach???yach saat keadaan seperti itu aku pasti memilih papa, dan ku putuskan pacarku.


Ayah dengarlah betapa sesunguh nya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi mau mu

Sudah banyak hal yang papa berikan ke aku baik kasih sayang maupun materi. Lalu apa yang bisa aku berikan kepada papa?? Hanya yang terbaik dari diriku yang bisa aku berikan kepada papa dan mencoba memenuhi keinginannya.

Seperti saat sekolah, beliau hanya ingin aku sekolah yang benar dan tidak memikirkan hal selain sekolah. Juara kelas (khususnya SD dan SMP) itu yang bisa aku berikan kepada papa. Saat kuliah, beliau ingin aku selesai tepat waktu yaitu tahun. Yup, aku selesai kuliah dalam 4 tahun sesuai keinginannya..Papa tidak pernah menuntut aku untuk menjadi A , B atau C . Papa ngga pernah memaksa aku untuk memilih jurusan waktu kuliah atau apapun.

Namun, setahun yang lalu saat aku memutuskan berhenti kerja papa menawarkan 3 pilihan kepadaku Kerja lagi, Kuliah lagi atau Nikah *lucu banget sih papa*, sebenarnya itu tersirat karena secara langsung papa minta aku untuk jadi seorang Dosen kalau begitukan berarti pilihannya kuliah lagi.

Sekarang ini, aku sedang berproses menyelesaikan S2. Aku tau papa menunggu saatnya aku menjadi seorang Dosen dan keinginan papa yang tersirat sebenarnya adalah papa menginginkan untuk aku menikah. Ya,untuk papa yang tidak pernah menuntutku, mendapatkan sebuah permintaan menjadi luar biasa untukku.


Papa, suatu hari nanti, cepat atau lambat aku akan penuhi keinginan papa itu...aku janji...

Love you papa….


Comments

Popular Posts