LGBT


Sampe ke tema ke 4, tema nya yaitu LGBT , apa itu? check sendiri deh di http://jejakubikel.com/monthly-challenge/desember-dongeng/semua-wajah-cinta/

Aku mengambil unsur "G" nya, langsung baca ceritanya aja ya...berikut ceritanya:

Kami Sudah Tahu

Aku sudah setahun pisah dari Nicky, kami memang berpisah baik-baik dan tetap menjadi teman. Nicky yang memperkenalkan aku dengan Mela. Waktu itu Mela membutuhkan bantuanku untuk proyek sosialnya.

Ini kali ketiga Mela menelponku, dari obrolannya aku seperti menarik kesimpulan

“ Mela, lagi deket ya sama Nicky” tanyaku

“mmmmm, Iya Anty kita berdua lagi deket. Bisa dibilang aku suka sama Nicky, kamu ngga keberatankan”

“Ya ngga lah Mela, lagiankan aku sudah punya Mas Kiko sekarang” jawabku setulus hati.

Sebulan kemudian Mela menelponku mengabarkan bahwa dia dan Nicky sudah resmi jadian. Aku bahagia mendengarnya tapi mengapa Nicky tidak memberitahuku, ngga pentinglah yang lebih penting Nicky akhirnya bisa membuka hati lagi.

***

5 bulan Mela menjalani hubungan dengan Nicky , Mela sudah mulai jarang menelpon aku sampai suatu pagi.

“ Anty, sudah bangunkan? Gw butuh banget elo buat cerita” suara Mela sangat panic membuatku yang baru bangun bener-bener melek.

“ Iya Mela, ada apa? Cerita pelan-pelan ya”

“ Anty…lo tau ngga sih kalau Nicky itu Gay!!” untuk kalimat terakhir Mela ucapkan dengan berteriak.

“mmmm, secara pasti sih ngga tau Mela, tapi dulu pernah denger gossip itu tentang Nicky tapi Nicky bilang ngga kok. Kamu denger dari siapa? Aku mencoba menenangkan Mela yang sangat panik.

Mela menceritakan panjang lebar tentang apa yang ia temukan saat dia sedang bersama Nicky, “ gimana Anty, kamu percaya ngga Nicky Gay, aduh aku kaget banget nih.Kalau kayak gini aku mau putus aja deh sama Nicky” Itu kalimat terakhir Mela sebelum menutup telponnya.

****

Nicky benar-benar pria impianku, tinggi, tampan, perhatian dan wangi. Aku suka sekali pria tipe seperti Nicky. Seperti biasa Nicky selalu bersikap manis dan perhatian, dia suka memberiku kejutan kecil seperti hari ini saatku buka pintu mobilnya sudah ada bunga cantik di bangku mobil.

“Mela, kamu suka bunganya?” Tanya Nicky kepadaku , “iya sayang” jawabku sambil mengecup dirinya.

Tapi berjalannya waktu, aku seperti merasa ada yang aneh dengan Nicky tapi aku tak bisa menebak apa yang aneh itu. Pikiranku saat itu sepertinya ada seseorang selain aku di sisi Nicky, aku coba membuang jauh pikiran itu.

“Mela, kamu kenapa? Sakit sayang” kata Nicky sambil menyentuk kepalaku untuk memeriksa apakah badanku panas saat dia melihatku diam.

“Ngga sayang, cuman capek aja” jawabku

“Ah, kamu kurang makan nih, ayo mau aku beliin apa biar kamu mau makan?” tawar Nicky kepadaku.

“Sayang, kamu baik banget…aku lagi mau Bubur Ayam yang di depan komplek itu” Jawabku dan di Iyakan oleh Nicky. Nicky pergi untuk membeli bubur dan dia memintaku untuk menunggu saja dirumah.

Aku melihat Handphone Nicky tertinggal, aku benar-benar tidak tahan untuk membuka handphonenya dan nama “Dina” ikut mendominasi isi inbox Nicky di sela-sela nama aku. Segera aku catat no Dina

****

“Mela” aku memperkenalkan namaku kepada seseorang di hadapanku ini. “ Jadi bagaimana kamu bisa kenal dan dekat dengan Nicky, Din?” tanyaku langsung.

“ Aku ketemu Nicky disebuah acara fashion show, saat itu Nicky berhasil membuatku kembali tertawa setelah aku putus dengan ceweku, sejak itu kami dekat dan semakin dekat“ itulah penjelasan dari Dino secara singkat tapi menyakitkanku. Dino itulah yang Nicky tulis dengan nama Dina di Handphonenya.

***

Telponku berdering “Iya, Nicky ada apa ya?”

“ Anty, sibuk ngga? aku lagi kangen sama kamu”

Nicky…nicky, kamu ngga berubah ternyata, suaramu masih sangat menggoda. Seandainya saja Mela tidak pernah menceritakan itu semua. Aku mencoba mengingat-ingat cerita Mela.

“ Sorry, Nicky aku ngga bisa, aku ada janji dengan mas Kiko” jawabku sambil tersenyum-senyum penuh makna…..

Comments

Popular Posts