Long Distance Relationship


Ini tema yang ke 2 yaitu "Long Distance Relationship" kenapa tema nya ini, bisa di buka di web nya jejakubikel http://jejakubikel.com/monthly-challenge/desember-dongeng/semua-wajah-cinta/
Trus untuk cerita ini ide nya dari fenomena yang ada aja, masalah-masalah klise buat orang yang LDR di tambah sedikit drama, berikut cerita yang aku bikin...

Bukan Kamu tapi Aku

7 Tahun yang lalu saat fasilitas komunikasi masih sangat minim dan tol cipularang belum di Bangun.

****

Kami berdua duduk di depan komputer dengan perasaan tak menentu, malam ini adalah pengumuman hasil UMPTN.

“ Iren, coba kamu cek lagi mungkin no ujian kamu terlewat”

“ Ngga ada Dito, aku ngga dapet UMPTN sudah aku cek berulang kali. Selamat ya sayang kamu mendapatkan kampus impian kamu”

Kami berdua memiliki impian bersama yaitu bisa berkuliah di Kampus yang sama. Tapi nyatanya hanya Dito yang diterima di PTN yang terdapat di Bandung itu sedangkan aku tidak dan akan berkuliah di Jakarta. Dito hampir saja mengurungkan niatnya untuk berkuliah di PTN itu, dia takut tidak dapat menjalani hubungan jarak jauh dengan aku. Tapi aku berusaha menyakinkannya bahwa hubungan kita akan baik-baik saja.

Sebulan pertama komunikasi kita berjalan lancar tanpa hambatan, bulan-bulan selanjutnya menjadi berat untukku.

“Dito, kamu kok jarang nelp aku sih?”

“ Iya sayang, pulsa aku abis. Sabar ya sayang aku sekarang anak kos, aku bakal nabung biar bisa terus nelpon kamu”

Sebenarnya selain komunikasi yang terhambat, rasa kangen ini membuatku memiliki pikiran-pikiran negatif. Aku sering berpikir, bagaimana ya jika suatu hari aku tiba-tiba datang ke Bandung terus aku mergokin Dito lagi sama cewe lain atau pikiran –pikiran negatif lainnya.

Dito selalu membuat aku selalu berpikiran positif, “Iren, kamu jangan mikir yang aneh-aneh dong. Aku di sini bener-bener kuliah , biar cepet selesai dan bisa cepet kembali ke Jakarta.”

Dito selalu berhasil menenangkan aku, dia juga mengenalkan aku kepada teman-temannya “ Iren, kamu sudah kenal semua temen aku kan? Ngga ada yang perlu kamu curigain lagi” jawab Dito saat rasa cemburu aku kambuh.

Dito berusaha untuk pulang ke Jakarta setiap bulannya dan tetap menjaga komunikasi dengan menelponku setiap hari. Di setiap akhir telponnya Dito selalu mengucapkan kalimat ini “ Aku sayang kamu, percaya sama aku ya”.

*****

“ Iren, Dito tahu sama hubungan kita ini?” Tanya Piko teman satu kampusku

“ Ngga ko, Dito ngga tau dan ngga boleh tau hubungan ini” tegasku kepada Piko dengan penuh keegoisan.

Piko adalah teman kuliahku yang terus berusaha mendekati aku meskipun dia tahu aku punya Dito di Bandung. Piko memaksa untuk jadi yang kedua, lalu aku? Aku menikmati hubungan terlarang ini, aku mendapat perhatian yang aku butuhkan.

Sesaat kemudian sms dari Dito masuk ke handphoneku “ Iren, maaf ya semalam aku ngga nelpon kamu, sekarang juga lagi ngga bisa nelpon soalnya aku ada ospek fakultas dan handphoneku di pegang senior. Aku sayang kamu, percaya sama aku ya”

Aku tak sanggup membalas sms Dito, aku sayang Dito tapi aku memerlukan perhatian dan aku dapat itu dari Piko.

“Maaf Dito, aku akan selalu percaya sama kamu karena memang bukan kamu tapi aku yang mengkhianati kamu” Kataku dalam hati sambil berjalan menuju Piko dan mengabaikan SMS Dito.

Comments

Popular Posts