Perjuangan


Sampailah kita ke tema ke 10, kalau yang baru baca dan bingung apa yang dimaksud tema. Jadi aku re-post tulisan aku sendiri yang udah di muat di web nya Jejakubikel, dimana tulisan tersebut bertema, ini detailnya http://jejakubikel.com/monthly-challenge/desember-dongeng/semua-wajah-cinta/

Tema ke 10 ini, tentang perjuangan/pengorbanan cinta. Nah aku milih yang perjuangan aja deh..semoga terlihat di ceritanya ya...

Aku bisa 7x Lipat

“ Kamu lagi ngapain Syaza?” ucap Rian mengawalin telpnya mala mini

“ Hahahahahaha” aku tertawa mendengar Rian memanggil aku dengan sebutan “kamu” , “ Rian, lo kenapa sh?kok tiba-tiba manggil kamu..biasanya juga elo ?” tanyaku kepada Rian

“Kenapa Syaza , memang kamu ngga suka ya kalau aku manggil kayak gitu”

“ Udah ah Rian, pake elo –gw aja ngobrolnya…aneh” jawabku

Obrolan antara Aku dan Rian malam ini berlangsung seru seperti malam-malam sebelumnya, tapi mala mini lebih seru karena Rian bertahan menggunakan kata “aku-kamu” sedangkan aku bertahan juga dengan kata “gw-elo”. Walaupun sesekali aku ikut terbawa cara bicara Rian dan aku ikut menggunakan kata “aku-kamu” dan saat itu Rian akan menertawakan aku. Rian memang selalu berusaha untuk apa yang dia mau.

***

Baru sebulan ini aku mengenal Rian, dia satu kampus denganku hanya saja kami berbeda fakultas. Kegiatan kampus yang melibatkan semua lembaga mempertemukan kami. Sejak saat itu aku dan Rian menjadi dekat. Setiap malam Rian menelpon aku,berbagi cerita, menemani aku melewati malam sampai aku tertidur baru dia akan mematikan telponnya.

Hingga saat ini Rian belum tau status aku yang sebenarnya, aku sebenarnya sudah memiliki kekasih hati, ya kekasih hati yang sudah hampir sebulan juga dia menghilang tak member kabar berita, kekasihku ini sesuka hati pergi dan kembali tapi aku tetap berusaha bertahan dengannya.

***

Syaza berhasil membuka pintu hatiku yang sudah 2 tahun ini tertutup sejak kisah cintaku berakhir dramatis. Aku suka dengan Syaza sejak pertama kali melihatnya, dia sosok perempuan aktif di kampus dan aku senang bisa kenal dan dekat dengannya.

Menelpon Syaza di malam hari menjadi kebiasaan baruku, bercerita dengannya sampai dia tertidur setiap harinya, setelah aku memastikan Syaza tidur aku akan mencurahkan perasaanku kepadanya. Aku menginginkan Syaza menjadi milikiku tapi aku merasa ada sesuatu yang belum aku ketahui dari Syaza.

***

Malam ini aku harus mengatakan kepada Rian kalau aku sudah memiliki kekasih, aku ngga mau memberikan harapan ke Rian walaupun sebenarnya aku suka dengan Rian. Obrolan mala mini Rian buka dengan kata-kata “aku-kamu”, ah kamu benar-benar tidak pernah menyerah Rian.

“Rian, aku mau kasih tau sesuatu ke kamu” tanpa sadar aku menggunakan kata yang Rian inginkan “aku-kamu”

“Nah, kan kamu kebawa juga pake aku-kamu, udah ikutin aja. Apa za?” suara Rian terdengar senang karena dia berhasil mempengaruhiku.

“ Aku sebenernya sudah punya pacar” satu tarikkan nafas aku ucapkan

Sunyi…sunyi….tak ada jawaban dari seberang sana, aku ingin berbicara lagi tapi biarlah aku tunggu sampai Rian bereaksi.

“Syaza, kenapa kamu bilang itu ke aku?”

“Karena kalau kamu emang suka dengan aku, aku ngga mau kamu berpikir kalau aku itu masih sendiri”

“Ya,mungkin aku terlalu PeDe berpikir kamu masih sendiri, tapi kamu terlihat seperti single Syaza. Kamu ada di kampus dari pagi sampai malam, kamu bisa aku telpon sampe kamu tidur, terus kalau kamu punya pacar kapan kamu ketemu pacarmu dan telponan dengan pacarmu” kata-kata Rian yang panjang itu sekarang berbalik menohok aku, Rian punya alasan untuk menyimpulkan kalau aku itu sendiri.

“Udahlah, pokoknya pacarku ada” jawabku sambil menahan rasa sakit ini.

“ Syaza, kita sudah deket aku mau kamu cerita sama aku. Kenalkan aku sama cowo kamu ya Syaza” Kembali aku dikejutkan kata-kata Rian.

“ Aku ngga tau Rian, aku ngga tau cowoku ada dimana,lagi ngapain…aku ngga tau. Dia ngga menghubungi aku hampir sebulan ini” jawabku sambil terisak.

“ Kamu digantungin sama cowo kamu Sya? Syaza, denger aku ya disini aku berbicara sebagai pria. Kamu itu perempuan luar biasa menurut aku karena kamu cantik, pinter, baik jadi ngga semestinya kamu diginii.”

Belum sempat aku menjawab Rian melanjutkan omongannya “ Aku mau ketemu sama cowo kamu Syaza, aku mau bilang ke dia kalau dia udah ngga sanggup buat jagain kamu, biar cowo lain yang jagain kamu”

Rian terus berbicara “ Tapi Sya,saat diluar sana ada pria yang sanggup membahagiakan kamu selain cowo kamu, maka aku akan memberikan 7 kali lipat dari yang cowo-cowo diluar sana bisa kasih ke aku karena kamu layak untuk dapatkan itu”

Aku terdiam, aku hanya bisa menangis sampai aku tertidur.

***

Semenjak malam ini, aku tersadar kalau aku patut untuk diperjuangkan bukan untuk disia-siakan. Aku berani ambil keputusan untuk putus dengan pacarku dan bener kata Rian, aku akan mendapatkan Pria yang akan memperjuangkan aku, menjaga aku dan memanjakan aku.

“udah siap sayang, aku sebentar lagi aku sampe rumah kamu ya”

“Iya, udah siap Rian….”

Ya, Rian lah Pria itu. Setelah obrolan malam itu, hampir setahun Rian menunjukkan perjuangannya untuk mendapatkan aku. Di diri Rian aku temukan lagi kebahagiaan dan kepercayan yang sempat hilang. Dan yang terpenting dia benar-benar membuktikan omongannya bahwa dia kan memberikan 7 kali lipat dari pada pria lain…

Comments

Popular Posts