Teruntuk : Kedua adikku

Hai adik-adikku,

Saat ini pasti kalian sedang sibuk dengan kehidupan kalian masing-masing. Anca sibuk dengan dunia barunya yaitu bekerja dan ibnu sibuk dengan kuliahnya. Bagaimana dengan dunia kos kalian? Apakah kalian kangen dengan rumah?

Kalian tahu ngga kalau sekarang rumah sepi sekali, hanya ada aku, mama dan papa. Aku sebenarnya ngga suka sama keadaan ini. Memang, dulu waktu kecil aku pernah berucap “Tuhan, biarkan aku menjadi anak tunggal saja” itu karena aku capek berantem, berbagi dan berebut mainan dengan kalian. Mungkin Tuhan mengabulkan ucapanku dulu, aku sekarang seperti anak tunggal ternyata ngga enak.

Kesendirian ini membuat ku kembali mengingat masa kecil, saat aku berumur 2 tahun mama memberiku seorang adik yaitu kamu Anca, trus umur 4 tahun mama kembali memberi adik yaitu kamu Ibnu. Mama fokus mengurus kalian berdua, mama ngga sempet lagi nemenin aku saat rekreasi sekolah. Aku ngga suka keadaan itu, kalian taukan kalau aku itu iri-an.

Entah apa yang membuat kita selalu berantem, apakah aku yang terlalu egois adik-adikku? Ya kalau memang begitu aku minta maaf sekarang. Terus saat kita harus terpisah karena aku sekolah di Jakarta dan kalian sekolah di Papua membuatku kangen dengan kalian (apa karena ngga ada temen berantem ya).

Hidup terpisah selama 6 tahun dengan kalian membuatku harus beradaptasi kalau aku ternyata punya 2 orang adik dan aku harus berbagi. Dengan segenap keegoisanku, sejujurnya aku enggan berbagi dengan kalian, tapi entah mengapa kalian selalu mengalah.

Beranjak remaja kita semakin jarang berantem, mungkin kita semakin dewasa yang ada kita malah saling membantu dan berbagi. Semakin besar membuatku semakin bahagia karena menyadari bahwa aku seorang perempuan beruntung yang mempunyai dua orang adik laki-laki.

Beruntung? Jelas karena kalian selalu mengalah dan menolong aku. Inget banget saat Ibnu mau repot buka-buka peta buat nganterin aku ketempat acara pacarku, atau Anca yang tengah malam dibikin heboh sama urusan printer saat harus mengeprint skripsiku. Kita juga semakin sering buat sekedar hang out bersama atau berbagi cerita cinta.

Sekarang aku tahu kenapa Tuhan memberikan kalian sebagai adik-adikku, karena Tuhan tahu bahwa aku sosok kakak yang membutuhkan kalian. Sekarang aku sendiri dirumah, Ibnu nge kos di Bandung sedangkan Anca nge-kos dekat dengan kantornya.

Saat kalian pulang ke rumah pas weekend menjadi hal yang aku nantikan, rumah menjadi rame dan aku mendapatkan kembali sosok ke dua adikku. Kita jalan yuks dek =)

PS: Uni sayang kalian

Uni


Comments

Popular Posts