Cari Pacar = Cari Parkir

Cari Pacar

=

Cari Parkir

Minggu lalu tepatnya pas malam minggu saat masuk kesebuah mall dan mencari parkir, tiba-tiba tercetus omongan ini “tau ngga kalau nyari pacar itu kayak nyari parkir”

Sebenernya tulisan ini merupakan hasil obrolan dalam 1 mobil yaitu aku, opik, defa dan yusi. Jadi berawal dari penuhnya parkiran.

Jadi kita mengibaratkan bahwa mencari parkiran yang kosong itu layaknya kita sedang mencari pacar. Saat kita mengelilingi tempat parkir untuk mencari tempat kosong, mungkin itu sama halnya dengan kita bersosialisasi, berkenalan dengan orang sekitar kita.

Kalau kita beruntung atau kita sebut rejeki kita, maka kita bisa cepat dapat tempat parkir untuk memarkir mobil kita tapi kalau penuh itu berarti kita harus mengelilingi tempat parkir itu lagi. Sama halnya dengan mencari pacar, kalau rejeki kita ngga perlu lama-lama cari seseorang yang cocok jadi pacar kita tanpa proses panjang. Kalau belum dapat berarti kita harus terus bersosialisasi, melebarkan pergaulan, berkenalan dengan banyak orang. Sampai pada akhirnya kita bertemu parkiran kosong…eh orang yang sama-sama jomblo.

Terus saat kita sudah putus asa nyari tempat parkiran kosong, pasti terlintas untuk valet parking aja. Nah kalau di percintaan itu di ibaratkan kalau kita sudah putus asa nyari seseorang terus kita cari melalui biro jodoh.hahhahaha…

Okey, setelah berputar-putar tempat parkir, bisa saja kita melihat ada tempat kosong tapi itu belum tentu buat mobil kita. Kenapa? Karena ada kemungkinan kita di salip mobil lain trus dia yang parkir disana atau ternyata tempat kosong itu ngga pas sama mobil kita. Kalau di dunia perpacaran *alah apa ini bahasanya* saat kita menemukan seseorang yang sedang jomblo kita berpikir itu untuk kita tapi bisa aja ada orang lain yang menginginkan juga terus dia maju lebih dulu atau yang datang belakangan tapi dia nyalip kita sehingga dia yang dapat. Kemungkinan lainnya pas dilakukan pendekatan ternyata kurang pas sama kita. Hal-hal kayak gitu bisa bikin kita ngga jadi dapat pacarkan?

Terus kalau kita lihat ada mobil yang mau keluar dari parkirannya? Ya kita anggep aja itu seseorang yang sebenernya sudah punya pasang tapi sudah ada tanda-tanda akan berakhir hubungannya.

Lalu apa yang kita lakukan? Kalau kita sabar, kita tunggu sampai mobil itu keluar, benar-benar keluar pastinya setelah itu kita parkir mobil kita, soalnya kalau mobilnya belum bener-bener keluar dan kita maksa masuk pasti aka nada bagian dari mobil dia atau kita yang rusak. Kalau ngga sabar, tancap gas dan cari parkiran kosong lain atau mobil lain yang mau keluar *hahhaha, tetep ya*

Nah kalau di percintaan, saat kita menginginkan seseorang yang sudah berpasangan dan ada tanda-tanda putus *jahat ya*, kita harus mesti memastikan mereka sudah benar-benar putus baru deh dideketin agar tidak ada pihak-pihak yang tersakiti. Tapi kalau ngga sabar, dari pada nyerobot lebih baik tinggalkan dan cari yang masih bener-bener jomblo.

Tapi emang yang paling enak itu kalau cari parkir kita bisa langsung dapat tanpa harus menunggu mobil lain keluar. Terkadang pertolongan dari tukang parkir yang menguasai area trersebut akan menolong kita. Begitu halnya dengan pacar, enak banget rasanya kalau kita bisa cepet dapat orang yang tepat buat kita, dan kita bisa minta pertolongan dari Allah untuk mendapatkannya.

Nah, demikianlah tulisan tanpa riset sama sekali, benar-benar murni hasil dari obrolan pas nyari parkir di Grand Indonesia sabtu 12 Maret 2010.

Thanks to @taufikkkk @dfaaa dan @yusimaria

Comments

Popular Posts