Management Emosi Untuk Anak


Lagi buka-buka instagram lalu di acc nya leaderlab.id ada postingan image di atas.... Langsung baca detailnya dan hubungin buat daftar langsung 3 kelas.

Emang Agad emosian? Itu pertanyaan orang saat gw daftarin Agad kelas seri emosi ini.Ngga salah juga sih di tanya gitu karena emosi di kita kan identik dengan marah, padahal emosi ada banyak seperti senang,sedih,marah,takut dan jijik *yaaa kayak yang ada di film inside out.

Tapi terlepas dari itu,tujuan gw daftarin Agad memang untuk ajarin Agad gimana kontrol emosi marah dia karena.....saat itu dia lagi hobby lempar-lempar barang kalau marah.

Walaupun saat itu di tanya kenapa lempar-lempar, dia jawab kayak hulk *efek dari film....😅😅

Gw udah jatuh hati sama kelas ini,walaupun sepertinya cocok untul kelas di minggu terakhir tapi gw penasaran sama kelas-kelas sebelumnya jadilah seperti yang gw sebut diatas kalau gw langsung daftar untuk 3 kelas.

Oh iya...ternyata kelas ini banyak peminatnya.Gw tuh jeda sehari mau transfer tau-tau udah penuh aja 😓😓, nego2 biar bisa masuk 1 orang tetep ga bisa sampai akhirnya mereka buka sesi ke 2 di siang hari.

Happylah karena kan Agad emang bangunnya siang jadi super cocok di jam siang jadi mood Agad lagi bagus-bagusnya.

Nah...udah daftar jadi tinggal komitmen gw buat anter Agad ke daerah senayan tiap hari minggu.Gw bilang ke Agad kalau dia akan ikut kelas inside out jadi anaknya semangat banget.

Ini gw coba sharing apa aja yang diajarin selama 3 minggu di kelas emosi ini


Minggu 1 : Yuk Kenali Apa yang Kamu Rasakan


Di minggu pertama ini anak-anak di kenalkan dengan rasa-rasa yang mereka rasakan.
Persis kayak poster promonya yang pakai icon-icon tokoh inside out, anak-anak di perkenalkan dengan rasa senang,sedih,marah,takut dan jijik

Gimana cara kasih taunya?

Kelas yang berisi sekitar 15 anak ini di mulai dengan perkenalan diri dengan cara anak-anak,bernyanyi bersama dan bergoyang lalu anak-anak di minta duduk melingkar dekat 1 orang pembimbing yaitu Miss Zulfa yang akan bercerita.
Cerita yang dibawakan adalah cerita rakyat yaitu Timun Emas. Dalam cerita tersebut di ekspresikan gimana kesedian belum punya anak,kebahagiaan saat mendapatkan timun mas dan ketakutan saat berhadapan dengan raksasa. Saat bercerita pun interaktif antara Miss Zulfa dan anak-anak.

Setelah itu anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, dimana setiap kelompok mendapatkan 1 pendamping dan orang tua boleh mendampinginnya untuk melakukan aktifitas.

Aktifitasnya adalah mengisi balon dengan tepung lalu di gambar ekspresi di balon tersebut lalu nanti setelah anak gambar,pembimbingnya akan menanyakannya.
Contoh: anak menggambar ekspresi happy, nanti akan di ttanya "kmu happy kayak gimana?"
Nah Agad yang hatam sama inside out,dia gambar sesuai warna balon yang sama kayak tokoh inside out 😂😂 dan ternyata Agad memahami setiap emosi itu, ga sia2 ya nonton inside out berkali-kali.


setelah itu anak-anak istirahat sebentar, kemudian lanjut bermain-main mengenal emosi dan terakhir dilakukan yoga untuk anak.

Dan berakhirlah sesi minggu pertama ini dengan dibagikan sertifikat dan foto bersama.

Minggu ke 2: Cara Menunjukkan Apa Yang Kamu Rasakan


Masuk keminggu ke 2, dimana anak di ajarkan cara menunjukkan apa yang mereka rasakan, tujuannya ya biar anak-anak ngga memendam yang mereka rasakan karena mendam perasaan kan ga baik untuk kedepannya.

Seperti minggu lalu di mulai dengan perkenalan, nyanyi dan goyang bersama lalu setelah itu masuk ke sesi bercerita. Cerita minggu ini tentang bawang merah dan bawang putih. Miss yang membawakan masih sama seperti minggu lalu yaitu miss Zulfa.

Dalam cerita tersebut digambarkan bagaimana bawang merah dan bawang putih mengutarakan perasaan yang mereka rasakan.

Aktifitas minggu ini anak-anak diajak membuat jam perasaan, jadi kertas warna warni di gambar 5 ekspresi yang minggu lalu mereka pelajari yaitu senang,sedih,marah,takut dan jijik.Kertas-kertas tersebut di tempelkan di kertas kue yang besar lalu dibuat jarum jam dari kertas.

Setelah selesai,anak-anak diminta menggerakkan jarum jam ke ke ekspresi2 tersebut dan mereka akan kembali di tanyakan seperti mereka senang saat bagaimana?kalau senang mereka akan melakukan apa? begitu juga dengan emosi2 lainnya.

Selesai aktifitas mereka istirahat kemudian melakukan games kecil dan yoga.


Setelah Yoga mereka di bagikan sertifikat dan di akhiri foto bersama.


Minggu ke 3: Cara Mengontrol Apa Yang Kamu Rasakan

Sampai di minggu terakhir,ini materi yang gw tunggu-tunggu sebenarnya tentang bagaimana mengontrol emosi.

Untuk sesi ini Agad di anter ongku karena gw harus dekor dulu jadi telat nih liat Agad di kelasnya.

Pas gw sampe lagi sesi bercerita tentang suro dan boyo, karena baru nyampe jadi gw ngga terlalu nyimak cerita ini dan bagaimana korelasi dengan tema hari ini..*maaf ya...

Oh iya,sepertinya di minggu terakhir ini lebih di fokuskan pada emosi marah, yeaaahhh sesuai dengan yang gw harapkan...

Jadi anak-anak di ajarakan 10 cara atau hal yang mereka lakukan jika mereka marah, seperti menarik nafas,merentangkan tangan, seolah2 memakan wortel dan 7 cara lainnya.

Setelah itu mereka beraktifitas seperti biasa, minggu ini membuat buku cara mengontrol emosi.10 cara tadi ada dalam bentuk potongan gambar kemudia mereka tempelkan di kertas warna yang setelah itu di jilid dengan benang. Jadi buku itu akan jadi panduan mereka jika mereka sedang marah, apa yang harus dilakukan.

Setelah itu mereka di berikan selembar kertas ada beberapa gambar,jadi anak-anak di tanyakan mana perilaku yang boleh di lakukan dan tidak boleh jika mereka marah.

Terakhir seperti biasa mereka games,yoga,pembagian sertifikat dan foto bersama.

Maka selesailah rangkaian kelas anak sesi emosi ini, lalu efeknya ke Agad gimana?

Berefek!

Jadi setelah pertemuan ke 2 itu Agad udah bisa lebih mengekspresikan rasa yang di rasakan.Jadi kalau dia marah dia akan bbilang"mama aku marah!"

Tapi kan tujuan awal gw mengenai Agad banting2 barang, nah soal itu dia udah tau kalau hal itu ngga boleh tapi masih dia lakuin sih.

Nah di minggu terakhir kan semakin jelas apa yang harus Agad lakukan kalau dia marah,jadi sekarang dia udah bisa ddibilangin"Agad marah?ya udah tarik nafas ya..."

Dan di minggu terakhir juga sempat ngobrol 6 mata gw,Agad dan Miss Zulfa mengenai hal banting-banting barang itu.

2 minggu sejak kelas itu berakhir,alhamdulillah bgt frekuensi banting barangnya berkurang drastis, sisa 20-30% deh itu juga kalau dia marah banget dan 10 cara kontrop emosi tadi udah ga ampuh.. Ngga apa deh,namanya juga masih anak-anak ya,kita aja orang dewasa kadang ga bisa nahan emosi ya..

Jadi kesimpulannya, kelas ini bagus memenuhi kebutuhan gw dan Agad.So far kelas ini kasih dampak positif ke Agad.

Oh iya, di rumah bilang kelas anak ini seminar jadi Agad ikut seminar 😄😄. Trus sekarang anaknya nagih sampe bilang "mama Agad mau seminar lagi.."

Oke...nanti kita cari kelas lain yang cocok buat Agad..


Comments

Popular Posts