Cerdas Digital untuk orang tua - Rumah main Cikal Bintaro



Ini ngepost buru-buru bukan karena ada kewajiban ala-ala blogger abis ikut gathering mesti segera upload tapi....karena takut lupa aja 😄😄

Sebelumnya, lupa liat dimana pernah ada yang posting tentang seminar ini tapi waktunya ga pas jadi ga bisa ikut.

Sampailah ada undangan dari sekolah Agad kalau ada seminar buat orang tua tentang cerdas digital buat orang tua *nah...ini yang ditunggu-tunggu*

Bertempat di RMC Bintaro, Sabtu 18 Maret 2017 seminar ini diadakan mulai jam 10.00 s.d 12.00.Oh iya mana sabtu pagi ujan deres bikin mager tapi...tapi topik ini ga bisa di lewatkan begitu aja. Dan....pembicara hari ini ibu Lestari Sandjojo,Psi a.k.a ibu Tari..

Oke dateng ke seminar tentang digital gini, gw sudah menyiapkan hati dan mental bakal tertampar-tampar karena Agad akrab sekali dengan Ipad nya, seakrab apa?bisa di cek di post ini

Cerdas digital ini ngebahas lebih dari sisi orang tua nya, kenapa? Ya secara fakta anak-anak sudah masuk ke dunia digital khususnya sosmed sejak mereka lahir kan...iyakan..yakan...*gw sih iya...hahhahaha*

Secara garis besar seminar ini lebih membahas dunia digital untuk anak-anak yang sudah di sekolah dasar dan mulai tergoda untuk eksis di sosial media (sosmed) dan bagaimana orang tua menghadapinya.

Gw bahas sesuai dengan materi yang di sampaikan dulu ya, nanti di akhir-akhir baru dari hasil sharing karena tadi pesertanya orang tua murid RMC jadi lebih membahas tentang dunia digital pada anak-anak prasekolah.

Oke kita mulai dari salah kaprah seputar anak dan dunia digital seperti kita ngerasa anak ngga perlu belajar keterampilan dunia digital,etika dunia maya dan nyata itu beda dan publikasi di dunia maya akan hilang sendirinya.

Padahal kenyataannya, anak tetap harus tetap harus belajar,mungkin bukan cara mengoperasikannya tapi lebih hal-hal yang boleh dan tidak boleh di lakukan, etika pun sama karena apa yang tidak boleh di dunia nyata sama seperti dunia maya, contohnya kita ga pernah akan izinkan orang asing masuk ke dalam rumah , begitu juga di dunia maya di mana sosmed = rumah kalian. Dan terakhir selalu ada jejak digital meskipun sudah kita hapus.

Okey selanjutnya, apa sih yang anak-anak sering mainkan? Games dan youtube.. lalu pakai account nya siapa? Kalau pakai account kita orang tuanya pasti iklan/feed yang akan muncul di youtube adalah yang sesuai dengan umur kita.

Solusinya?bikin account anak tapi gunakan batas usia minimalnya...tapi nya lagi... kalau anak kita udah paham kalai kita palsuin data umur mereka,kita mesti jelasin lagi alasan kenapa kita lakukan itu, jangan sampai mereka berasumsi kalau palsui data itu legal.

Penggunaan waktu di depan layar digital (screen time).Mesti di pahami bersama kalau screen time itu keadaan dimana anak pasif di depan layar kayak cuman nonton, jadi kalau dia liat lagu-lagu trus mereka joget-joget itu di anggap tidak screen time karena mereka aktif bergerak.

Trus berapa lama idealnya? Di sesuaikan dengan umur dan perkembangan yaa...*sama ikutin kata hati kalau gw*

Dan lakukan waktu berimbang, maksudnya jika mereka 30 menit screen time, maka harus 30-45 mereka bermain dan berinteraksi dengan dunia nyata.

Part yang tadi banyak di bahas adalah tentang adiksi, secara garis besar adiksi berarti ketergantungan terhadap suatu hal.

Gimana kita tau anak kita sampai di tahap adiksi? Ini ada beberapa ciri-cirinya

Jika kita menemukan 6-7 dari 8 ciri di atas itu berarti sudah sampai di tahap adiksi dan harus detok digital.

Beralih sedikit ke sesi sharing para orang tua mengenai adiksi ini jadi ada beberapa orang tua yang merasa anaknya kebablasan menggunkan gadget karena mengganggu proses toilet training yang sedang di lakukan , dan beberapa mengeluhkan hal yang sama...*toss ada temen*

Solusinya....ajak anak bermain....tapi kan ga segampang itu ngajak main anak.

Nah,dari hasil obrol-obrol tadi untuk anak-anak prasekolah , kalau masih di bawah 3 tahun solusinya lebih ke disiplin orang tua dalam mengatur jatah bermain gadgetnya, kalau anak 3 tahun ke atas dan sudah bisa di ajak komunikasi maka dilakukan komunikasi untuk menciptakan kesepakatan.


Kesepakatan apa?kesepakatan bersama antara orang tua dengan anak, kita coba dengerin yang anak mau dan kita putuskan yang terbaik.



Dengan komunikasi yang efektif dan displin positif, sebenarnya ketergantungan terhadap gadget pun bisa berkurang baik untuk anak-anak prasekolah dan anak-anak sd.


Terkait dengan cerdas digital ini, ada 4K yang harus di perhatikan..


Kesimpulannya, jangan jauhkan atau bahkan tidak mengenalkan gadget atau dunia digital pada anak karena memang kondisinya saat ini semua sudah melibatkan dunia digitap bahkan proses mengajar dan belajar pun pasti melibatkan dunia digital.

Tapi yang perlu adalah dampingi mereka,berikan penjelasan dan batasan agar tidak bablas.

Semoga sedikit sharing ini berguna yaa..nanti kalau ada info seminar tentang ini, aku post di path deh....

Comments

Popular Posts